Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَر﴾ أَيْ مُسَافِرِينَ وَتَدَايَنْتُمْ ﴿ولم تجدوا كاتبا فرهن﴾ وفي قراءة فرهان جمع رهن ﴿مقبوضة﴾ تَسْتَوْثِقُونَ بِهَا وَبَيَّنَتْ السُّنَّة جَوَاز الرَّهْن فِي الْحَضَر وَوُجُود الْكَاتِب فَالتَّقَيُّد بِمَا ذُكِرَ لِأَنَّ التوثيق فيه أشد وأفاد قَوْله مَقْبُوضَة اشْتِرَاط الْقَبْض فِي الرَّهْن وَالِاكْتِفَاء بِهِ مِنْ الْمُرْتَهِن وَوَكِيله ﴿فَإِنْ أَمِنَ بَعْضكُمْ بَعْضًا﴾ أَيْ الدَّائِن الْمَدِين عَلَى حَقّه فَلَمْ يَرْتَهِن ﴿فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اُؤْتُمِنَ﴾ أَيْ الْمَدِين ﴿أَمَانَته﴾ دَيْنه ﴿وَلْيَتَّقِ اللَّه رَبّه﴾ فِي أَدَائِهِ ﴿وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَة﴾ إذَا دُعِيتُمْ لِإِقَامَتِهَا ﴿وَمَنْ يَكْتُمهَا فَإِنَّهُ آثِم قَلْبه﴾ خُصَّ بِالذِّكْرِ لِأَنَّهُ مَحَلّ الشَّهَادَة وَلِأَنَّهُ إذَا أَثِمَ تَبِعَهُ غَيْره فَيُعَاقَب عَلَيْهِ مُعَاقَبَة الْآثِمِينَ ﴿وَاَللَّه بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيم﴾ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْء مِنْهُ ٢٨ -
Jika kamu dalam perjalanan [yakni sedang bepergian lalu kamu melakukan utang-piutang] sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan [dalam satu qiraat dibaca 'rihaanun' yang merupakan bentuk jamak dari 'rahnun'] yang dipegang [sebagai jaminan atas kepercayaan kalian. Dan Sunnah telah menjelaskan kebolehan pegadaian pada kondisi tidak bepergian dan adanya penulis, adapun pengaitan dengan kondisi di atas karena upaya mendapatkan jaminan pada kondisi tersebut lebih kuat. Dan firman-Nya "maqbuudhatun" (dipegang) memberikan faedah disyaratkannya serah terima dalam pegadaian dan kecukupan hal itu dari pihak penerima gadai atau wakilnya]. Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, [yakni pihak berpiutang mempercayai pihak berutang atas haknya sehingga tidak meminta barang jaminan,] maka hendaklah yang dipercayai itu [yakni pihak yang berutang] menunaikan amanatnya [yakni utangnya] dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya [dalam menunaikannya]. Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan kesaksian [apabila kamu dipanggil untuk menyampaikannya]. Dan siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya [hati disebutkan secara khusus karena hati adalah tempat kesaksian dan apabila hati berdosa maka anggota tubuh lainnya ikut mengikutinya, sehingga dia dihukum sebagaimana hukuman orang-orang berdosa]. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan [tidak ada sesuatu pun darinya yang tersembunyi bagi-Nya]. [28]