Tafsir Al-Jalalayn
﴿إنِّي﴾ بِكَسْرِ الْهَمْزَة بِتَأْوِيلِ نُودِيَ بِقِيلَ وَبِفَتْحِهَا بِتَقْدِيرِ الْبَاء ﴿أَنَا﴾ تَأْكِيد لِيَاءِ الْمُتَكَلِّم ﴿رَبّك فاخلع نعليك إنك بالواد الْمُقَدَّس﴾ الْمُطَهَّر أَوْ الْمُبَارَك ﴿طُوًى﴾ بَدَل أَوْ عَطْف بَيَان بِالتَّنْوِينِ وَتَرْكه مَصْرُوف بِاعْتِبَارِ الْمَكَان وَغَيْر مَصْرُوف لِلتَّأْنِيثِ بِاعْتِبَارِ الْبُقْعَة مَعَ الْعِلْمِيَّة ١ -
Sesungguhnya Aku [dibaca kasrah hamzah-nya dengan takwil "dia diseru dengan perkataan", dan dibaca fathah hamzah-nya dengan mengira-ngirakan huruf jar "ba"] Aku [sebagai penegas bagi kata ganti orang pertama pada kata "Inni"] adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci [yang disucikan atau yang diberkahi], Tuwa [sebagai badal atau 'athaf bayan, dibaca dengan tanwin (munsharif) dengan memandang statusnya sebagai nama tempat, atau tanpa tanwin (ghairu munsharif) karena dianggap muannats sebagai nama kawasan di samping statusnya sebagai nama diri].