Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا﴾ صَاغَهُ مِنْ الْحُلِيّ ﴿جَسَدًا﴾ لَحْمًا وَدَمًا ﴿لَهُ خُوَار﴾ أَيْ صَوْت يُسْمَع أَيْ انْقَلَبَ كَذَلِكَ بِسَبَبِ التُّرَاب الَّذِي أَثَرُهُ الْحَيَاةُ فِيمَا يُوضَع فِيهِ وَوَضَعَهُ بَعْد صَوْغه فِي فَمه ﴿فَقَالُوا﴾ أَيْ السَّامِرِيّ وَأَتْبَاعه ﴿هَذَا إلَهكُمْ وَإِلَه مُوسَى فَنَسِيَ﴾ مُوسَى رَبّه هُنَا وذهب يطلبه قال تعالى ٨ -
Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka anak lembu [yang dia tempa dari perhiasan-perhiasan], berupa tubuh [yang berdaging dan berdarah] yang bersuara [yakni terdengar lenguhan dengannya; hal itu berubah demikian karena efek tanah yang mengandung daya kehidupan pada apa saja yang ditaruh di atasnya, dan Samiri memasukkan tanah itu ke mulut anak lembu setelah ditempa]. Maka mereka berkata [yaitu Samiri dan pengikut-pengikutnya], "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa [Tuhannya ada di sini, lalu ia pergi mencarinya]." Allah Ta'ala berfirman: