﴿قَالَ بَصُرْت بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا بِهِ﴾ بِالْيَاءِ وَالتَّاء أَيْ عَلِمْت مَا لَمْ يَعْلَمُوهُ ﴿فَقَبَضْت قَبْضَة مِنْ﴾ تُرَاب ﴿أَثَر﴾ حَافِر فَرَس ﴿الرَّسُول﴾ جِبْرِيل ﴿فَنَبَذْتهَا﴾ أَلْقَيْتهَا فِي صُورَة الْعِجْل الْمُصَاغ ﴿وَكَذَلِكَ سَوَّلَتْ﴾ زَيَّنَتْ ﴿لِي نَفْسِي﴾ وَأُلْقِيَ فِيهَا أَنَّ آخِذ قَبْضَة مِنْ تُرَاب مَا ذُكِرَ وَأُلْقِيهَا عَلَى مَا لَا رُوح لَهُ يَصِير لَهُ رُوح وَرَأَيْت قَوْمك طَلَبُوا مِنْك أَنْ تَجْعَل لَهُمْ إلَهًا فَحَدَّثَتْنِي نَفْسِي أَنْ يَكُون ذَلِكَ الْعِجْل إلَههمْ
٩ - ﴿قَالَ﴾ لَهُ مُوسَى ﴿فَاذْهَبْ﴾ مِنْ بَيْننَا ﴿فَإِنَّ لَك فِي الْحَيَاة﴾ أَيْ مُدَّة حَيَاتك ﴿أَنْ تَقُول﴾ لِمَنْ رَأَيْته ﴿لَا مِسَاس﴾ أَيْ لَا تَقْرَبنِي فَكَانَ يَهِيم فِي الْبَرِيَّة وَإِذَا مَسَّ أَحَدًا أَوْ مَسَّهُ أَحَد حُمَّا جَمِيعًا ﴿وَإِنَّ لَك مَوْعِدًا﴾ لِعَذَابِك ﴿لَنْ تُخْلِفهُ﴾ بِكَسْرِ اللَّام أَيْ لَنْ تَغِيب عَنْهُ وَبِفَتْحِهَا أَيْ بَلْ تُبْعَث إلَيْهِ ﴿وَانْظُرْ إلَى إلَهك الَّذِي ظَلْتَ﴾ أَصْله ظَلِلْت بِلَامَيْنِ أُولَاهُمَا مَكْسُورَة حُذِفَتْ تَخْفِيفًا أَيْ دُمْت ﴿عَلَيْهِ عَاكِفًا﴾ أَيْ مُقِيمًا تَعْبُدهُ ﴿لَنُحَرِّقَنَّهُ﴾ بِالنَّارِ ﴿ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمّ نَسْفًا﴾ نُذْرِيَنَّهُ فِي هَوَاء الْبَحْر وَفَعَلَ مُوسَى بَعْد ذَبْحه مَا ذَكَرَهُ
٩ -
Dia [Samiri] berkata, "Aku mengetahui apa yang tidak mereka ketahui [dibaca 'yabsuruu' dengan huruf ya atau 'tabsuruu' dengan huruf ta, artinya: aku mengetahui apa yang tidak mereka ketahui]. Maka aku mengambil segenggam dari [debu] jejak [terompah kuda sang] Rasul [yakni Jibril], lalu aku melemparkannya [yakni memasukkannya ke dalam patung anak sapi yang telah dibentuk], dan demikianlah yang dibisikkan [dihiaskan] oleh jiwaku kepadaku." [Dan dibisikkan dalam hatinya bahwa jika ia mengambil segenggam debu dari yang disebutkan itu lalu dilemparkan ke benda yang tidak bernyawa, maka benda itu akan bernyawa. Dan ia melihat kaum Nabi Musa meminta dibuatkan tuhan, maka jiwanya berbisik agar patung anak sapi itu menjadi tuhan mereka]. [Dia (Musa) berkata] kepadanya (Samiri), ["Pergilah kamu] dari tengah-tengah kami! [Maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan] yakni sepanjang masa hidupmu [kamu hanya dapat mengatakan] kepada siapa saja yang kamu lihat, ['Janganlah menyentuhku!'] yakni jangan mendekatiku! Maka ia selalu berkeliaran di padang sahara, dan jika ia menyentuh seseorang atau seseorang menyentuhnya, keduanya seketika menderita demam. [Dan sesungguhnya bagimu ada janji] untuk azabmu [yang tidak dapat kamu hindari,] dibaca dengan kasrah huruf lam (*tukhlifah*), artinya kamu tidak akan dapat menghindar darinya; dan dibaca dengan fathah (*tukhlafah*), artinya kamu pasti akan didatangkan kepadanya. [Dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap] asalnya *zhalilta* dengan dua huruf lam yang pertama berharakat kasrah, lalu dihapus untuk memperringat pelafalan (*takhfif*), artinya kamu senantiasa [menyembahnya.] yakni menetap dan menyembahnya. [Kami sungguh-sungguh akan membakarnya] dengan api, [kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut secara berantakan."] yakni menerbangkannya ke udara di atas laut. Dan Musa melakukan hal tersebut setelah menyembelih patung sapi itu.