Tafsir Al-Jalalayn
﴿يوم﴾ منصوب باذكر مُقَدَّرًا قَبْله ﴿نَطْوِي السَّمَاء كَطَيِّ السِّجِلّ﴾ اسْم ملك ﴿للكتاب﴾ صحيفة بن آدَم عِنْد مَوْته وَاللَّام زَائِدَة أَوْ السِّجِلّ الصَّحِيفَة وَالْكِتَاب بِمَعْنَى الْمَكْتُوب وَاللَّام بِمَعْنَى عَلَى وَفِي قِرَاءَة لِلْكُتُبِ جَمْعًا ﴿كَمَا بَدَأْنَا أَوَّل خَلْق﴾ مِنْ عَدَم ﴿نُعِيدهُ﴾ بَعْد إعْدَامه فَالْكَاف مُتَعَلِّقَة بِنُعِيد وَضَمِيره عَائِد إلَى أَوَّل وَمَا مَصْدَرِيَّة ﴿وَعْدًا عَلَيْنَا﴾ مَنْصُوب بِوَعَدْنَا مُقَدَّرًا قَبْله وَهُوَ مُؤَكِّد لِمَضْمُونِ مَا قَبْله ﴿إنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ﴾ مَا وَعَدْنَاهُ ١٠ -
[(Ingatlah) hari] [kata 'yauma' dibaca manshub oleh kata 'idzkur' yang dikira-kirakan sebelumnya,] ((pada hari) Kami menggulung langit seperti menggulung lembaran) ['as-sijill' adalah nama malaikat] (catatan) [yaitu lembaran catatan amal anak Adam ketika ia meninggal, dan huruf lam di sini adalah tambahan; atau 'as-sijill' bermakna lembaran kertas, dan 'al-kitab' bermakna apa yang tertulis di dalamnya, sedangkan huruf lam bermakna 'ala (di atas). Dan dalam satu qiraat dibaca 'lil-kutub' dalam bentuk jamak] (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama) [dari ketiadaan,] (Kami akan mengulangnya) [setelah meniadakannya kembali. Huruf kaf berkaitan dengan 'nu'iduhu', dan kata ganti (-nya) kembali kepada 'awwala', serta huruf 'ma' adalah masdariyyah] (sebagai janji dari Kami;) [dibaca manshub oleh kata 'wa'adna' yang dikira-kirakan sebelumnya, dan kata ini menguatkan kandungan kalimat sebelumnya] (sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.) [apa yang telah Kami janjikan].