﴿فَمَا زَالَتْ تِلْكَ﴾ الْكَلِمَات ﴿دَعْوَاهُمْ﴾ يَدْعُونَ بِهَا وَيُرَدِّدُونَهَا ﴿حَتَّى جَعَلْنَاهُمْ حَصِيدًا﴾ كَالزَّرْعِ الْمَحْصُود بِالْمَنَاجِلِ بِأَنْ قُتِلُوا بِالسَّيْفِ ﴿خَامِدِينَ﴾ مَيِّتِينَ كَخُمُودِ النَّار إذا طفئت
١ -
Maka tidak henti-hentinya [kalimat-kalimat] itu menjadi keluhan mereka [yakni mereka menyeru dengannya dan mengulang-ulanginya], hingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai [seperti tanaman yang dituai dengan sabit, yaitu dengan terbunuh oleh pedang], lagi padam [yakni mati sebagaimana padamnya api apabila padam].