﴿بَلْ نَقْذِف﴾ نَرْمِي ﴿بِالْحَقِّ﴾ الْإِيمَان ﴿عَلَى الْبَاطِل﴾ الْكُفْر ﴿فَيَدْمَغهُ﴾ يُذْهِبهُ ﴿فَإِذَا هُوَ زَاهِق﴾ ذَاهِب وَدَمَغَهُ فِي الْأَصْل أَصَابَ دِمَاغه بِالضَّرْبِ وَهُوَ مَقْتَل ﴿وَلَكُمْ﴾ يَا كُفَّار مَكَّة ﴿الْوَيْل﴾ الْعَذَاب الشَّدِيد ﴿مِمَّا تَصِفُونَ﴾ اللَّه بِهِ مِنْ الزَّوْجَة أو الولد
١ -
Bahkan Kami melemparkan [yakni menembakkan] kebenaran [keimanan] kepada yang batil [kekafiran], lalu kebenaran itu menghancurkannya [melenyapkannya], maka seketika itu yang batil itu lenyap [hilang; asal kata *damaghahu* adalah mengenai otaknya dengan pukulan, yaitu tempat yang mematikan]. Dan bagi kalian [wahai orang-orang kafir Mekah] kecelakaan [azab yang pedih] disebabkan apa yang kamu sifatkan [terhadap Allah, seperti tuduhan mempunyai istri atau anak]. 1 -