﴿أم﴾ فيها معنى الهمزة للإنكار أي أ ﴿لهم آلهة تمنعهم﴾ مما يسوؤهم ﴿مِنْ دُوننَا﴾ أَيْ أَلَهُمْ مَنْ يَمْنَعهُمْ مِنْهُ غَيْرنَا لَا ﴿لَا يَسْتَطِيعُونَ﴾ أَيْ الْآلِهَة ﴿نَصْر أَنْفُسهمْ﴾ فَلَا يَنْصُرُونَهُمْ ﴿وَلَا هُمْ﴾ أَيْ الْكُفَّار ﴿مِنَّا﴾
مِنْ عَذَابنَا ﴿يُصْحَبُونَ﴾ يُجَارُونَ يُقَال صَحِبَك اللَّه أَيْ حَفِظَك وَأَجَارَك
٤ -
Ataukah [di dalamnya terkandung makna hamzah istifham inkari, yakni: apakah] mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat menjaga mereka [dari apa yang menyusahkan mereka] selain Kami? [maksudnya, apakah mereka memiliki pelindung yang dapat mencegah azab Kami selain Kami? Jawabannya: Tidak ada]. Mereka tidak sanggup [yaitu tuhan-tuhan itu] menolong diri mereka sendiri [maka mereka pun tidak dapat menolong para penyembahnya], dan tidak pula mereka [yaitu orang-orang kafir itu] dari Kami [dari azab Kami] mendapat perlindungan [yakni dilindungi. Dikatakan: 'shahibakallah' artinya semoga Allah menjagamu dan melindungimu].