Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتنَا﴾ مِنْ النُّبُوَّة ﴿إنَّهُمْ مِنْ الصَّالِحِينَ﴾ لَهَا وَسُمِّيَ ذَا الْكِفْل لِأَنَّهُ تَكَفَّلَ بِصِيَامِ جَمِيع نَهَاره وَقِيَام جَمِيع لَيْله وَأَنْ يَقْضِيَ بَيْن النَّاس وَلَا يَغْضَب فَوَفَّى بِذَلِكَ وَقِيلَ لَمْ يَكُنْ نَبِيًّا ٨ -
Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami [berupa kenabian]. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh [yang layak menerimanya. Dan dinamakan Zulkifli karena ia sanggup berpuasa sepanjang siang dan salat sepanjang malam, serta memutuskan perkara di antara manusia tanpa marah, lalu ia menepati janji itu; dan dikatakan bahwa ia bukanlah seorang nabi]. 8 -