﴿وَلَا نُكَلِّف نَفْسًا إلَّا وُسْعهَا﴾ طَاقَتهَا فَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُصَلِّيَ قَائِمًا فَلْيُصَلِّ جَالِسًا وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يَصُوم فَلْيَأْكُلْ ﴿وَلَدَيْنَا﴾ عِنْدنَا ﴿كِتَاب يَنْطِق بِالْحَقِّ﴾ بِمَا عَمِلْته وَهُوَ اللَّوْح الْمَحْفُوظ تُسْطَر فِيهِ الْأَعْمَال ﴿وَهُمْ﴾ أَيْ النُّفُوس الْعَامِلَة ﴿لَا يُظْلَمُونَ﴾ شَيْئًا مِنْهَا فَلَا يُنْقَص مِنْ ثَوَاب أَعْمَال الْخَيْرَات وَلَا يُزَاد في السيئات
٦ -
Dan Kami tidak membebankan kepada seseorang melainkan menurut kesanggupannya [yakni kemampuannya; barang siapa tidak mampu shalat secara berdiri, hendaklah ia shalat secara duduk, dan barang siapa tidak mampu berpuasa, hendaklah ia berbuka/makan], dan pada sisi Kami [yakni di dekat Kami] ada kitab yang mengucapkan kebenaran [tentang apa yang telah diperbuatnya, yaitu Lauhul Mahfuzh tempat dicatatnya amal-amal perbuatan], dan mereka [yakni jiwa-jiwa yang beramal itu] tidak dizalimi [sedikit pun darinya, sehingga pahala amal kebaikannya tidak dikurangi dan keburukannya tidak ditambah].