﴿وَيَوْم يَعَضّ الظَّالِم﴾ الْمُشْرِك عُقْبَة بْن أَبِي مُعَيْطٍ كَانَ نَطَقَ بِالشَّهَادَتَيْنِ ثُمَّ رَجَعَ إرْضَاء لِأُبَيِّ بْن خَلَف ﴿عَلَى يَدَيْهِ﴾ نَدَمًا وَتَحَسُّرًا فِي يَوْم الْقِيَامَة ﴿يَقُول يَا﴾ لِلتَّنْبِيهِ ﴿لَيْتَنِي اتَّخَذْت مَعَ الرَّسُول﴾ مُحَمَّد ﴿سَبِيلًا﴾ طَرِيقًا إلَى الهدى
٢ -
Dan (ingatlah) pada hari ketika orang yang zalim [yaitu orang musyrik bernama Uqbah bin Abi Mu'aith, yang sebelumnya telah mengucapkan dua kalimat syahadat lalu murtad kembali demi menyenangkan Ubay bin Khalaf] menggigit kedua tangannya [karena menyesal dan merugi pada hari kiamat] seraya berkata, "Wahai [sebagai huruf tanbih/peringatan] kiranya aku mengambil bersama Rasul [Muhammad] jalan [jalan menuju petunjuk]."