Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَرَأَيْت﴾ أَخْبِرْنِي ﴿مَنْ اتَّخَذَ إلَهه هَوَاهُ﴾ أَيْ مَهْوِيّه قُدِّمَ الْمَفْعُول الثَّانِي لِأَنَّهُ أَهَمّ وَجُمْلَة مَنْ اتَّخَذَ مَفْعُول أَوَّل لِرَأَيْتَ وَالثَّانِي ﴿أَفَأَنْتَ تَكُون عَلَيْهِ وَكِيلًا﴾ حَافِظًا تَحْفَظهُ عَنْ اتِّبَاع هواه لا ٤ -
Sudahkah engkau melihat [artinya: beritahukanlah kepadaku] orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya? [maksudnya: apa yang disukainya dijadikan tuhan. Objek kedua didahulukan karena lebih penting, dan klausa 'man ittakhadha' menjadi objek pertama bagi kata 'ara'aita', sedangkan objek keduanya adalah:] Apakah engkau akan menjadi pelindung atasnya? [yakni penjaga yang memeliharanya dari mengikuti hawa nafsunya? Tentu tidak].