﴿اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْض﴾ عَنْ الْإِيمَان مَفْعُول لَهُ ﴿ومكر﴾ العمل ﴿السيء﴾ مِنْ الشِّرْك وَغَيْره ﴿وَلَا يَحِيق﴾ يُحِيط ﴿الْمَكْر السيء إلَّا بِأَهْلِهِ﴾ وَهُوَ الْمَاكِر وَوَصْف الْمَكْر بِالسَّيْءِ أَصْل وَإِضَافَته إلَيْهِ قِيلَ اسْتِعْمَال آخَر قُدِّرَ فِيهِ مُضَاف حَذَرًا مِنْ الْإِضَافَة إلَى الصِّفَة ﴿فَهَلْ يَنْظُرُونَ﴾ يَنْتَظِرُونَ ﴿إلَّا سُنَّة الْأَوَّلِينَ﴾ سُنَّة اللَّه فِيهِمْ مِنْ تَعْذِيبهمْ بِتَكْذِيبِهِمْ رُسُلهمْ ﴿فَلَنْ تَجِد لِسُنَّةِ اللَّه تَبْدِيلًا وَلَنْ تَجِد لِسُنَّةِ اللَّه تَحْوِيلًا﴾ أَيْ لَا يُبَدَّل بِالْعَذَابِ غَيْره ولا يحول إلى غير مستحقه
٤ -
"[Karena] kesombongan di bumi" [dari beriman, kedudukannya sebagai maf'ul lahu/alasan] "dan perbuatan tipu daya" [yakni perbuatan] "yang jahat" [berupa kemusyrikan dan lainnya]. "Dan rencana yang jahat itu tidak akan menimpa" [meliputi] "kecuali orang yang merencanakannya sendiri" [yaitu pembuat tipu daya itu. Penyifatan rencana (makr) dengan kejahatan (as-sayyi') adalah bentuk asal, sedangkan mengidhafatkannya kepadanya dikatakan sebagai bentuk penggunaan lain yang di dalamnya ditakdirkan mudhaf untuk menghindari idhafat shifah kepada al-maushuf]. "Maka tidaklah mereka menunggu" [menantikan] "melainkan ketetapan (yang berlaku pada) orang-orang yang terdahulu" [yaitu ketetapan Allah atas mereka berupa pengazaban akibat pendustaan mereka terhadap rasul-rasul-Nya]. "Maka kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan Allah, dan kamu tidak akan mendapati pengalihan bagi ketetapan Allah." [Maksudnya, azab tersebut tidak akan diganti dengan yang lain, dan tidak akan dialihkan kepada orang yang tidak berhak mendapatkannya].
4 -