﴿قَالُوا طَائِرُكُمْ﴾ شُؤْمُكُمْ ﴿مَعَكُمْ﴾ بِكُفْرِكُمْ ﴿أَئِنْ﴾ هَمْزَةُ اسْتِفْهَامٍ دَخَلَتْ عَلَى إِنِ الشَّرْطِيَّةِ وَفِي هَمْزَتِهَا التَّحْقِيقُ وَالتَّسْهِيلُ وَإِدْخَالُ أَلِفٍ بَيْنَهَا بِوَجْهَيْهَا وَبَيْنَ الْأُخْرَى ﴿ذُكِّرْتُمْ﴾ وُعِظْتُمْ وَخُوِّفْتُمْ وَجَوَابُ الشَّرْطِ مَحْذُوفٌ أَيْ تَطَيَّرْتُمْ وَكَفَرْتُمْ وَهُوَ مَحَلُّ الِاسْتِفْهَامِ وَالْمُرَادُ بِهِ التَّوْبِيخُ ﴿بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ﴾ مُتَجَاوِزُونَ الْحَدَّ بِشِرْكِكُمْ
Para utusan berkata, "Kemalangan kalian [kesialan kalian] adalah bersama kalian [karena kekafiran kalian. Apakah jika] [hamzah istifham masuk ke dalam 'in' syarthiyyah, dan pada hamzahnya terdapat pembacaan tahqiq, tashil, serta penyisipan alif di antara kedua wajah tersebut dan hamzah yang lain] kalian diberi peringatan [diberi nasihat dan ditakut-takuti? Jawab syaratnya dibuang, yaitu kalian merasa sial dan kafir; dan di sinilah letak pertanyaan dengan maksud mencela], bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas [melewati batas dengan kemusyrikan kalian]."