﴿وَإِذَا قِيلَ﴾ أَيْ قَالَ فُقَرَاء الصَّحَابَة ﴿لَهُمْ أَنْفِقُوا﴾ عَلَيْنَا ﴿مِمَّا رَزَقَكُمْ اللَّه﴾ مِنْ الْأَمْوَال ﴿قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا﴾ اسْتِهْزَاء بِهِمْ ﴿أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاء اللَّه أَطْعَمَهُ﴾ فِي مُعْتَقِدكُمْ هَذَا ﴿إنْ﴾ مَا ﴿أَنْتُمْ﴾ فِي قَوْلكُمْ لَنَا ذَلِكَ مَعَ مُعْتَقِدكُمْ هَذَا ﴿إلَّا فِي ضَلَال مُبِين﴾ بَيِّن وَلِلتَّصْرِيحِ بِكُفْرِهِمْ مَوْقِع عَظِيم
Dan apabila dikatakan [yakni sahabat-sahabat yang fakir berkata] kepada mereka, "Nafkahkanlah [sebagian harta yang diberikan kepada kami] dari rezeki yang Allah berikan kepadamu [berupa harta benda]," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman [sebagai olok-olokan kepada mereka], "Apakah kami harus memberi makan kepada orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? [menurut keyakinanmu ini?] Kamu tidak lain [kata 'in' di sini berarti 'ma' / tidaklah kamu] dalam perkataanmu kepada kami dengan keyakinanmu ini, melainkan berada dalam kesesatan yang nyata [yakni yang amat jelas. Pernyataan eksplisit mengenai kekafiran mereka ini memiliki penekanan yang sangat kuat]."