Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا﴾ فِي ذَلِكَ ﴿وَنَسِيَ خَلْقه﴾ مِنْ الْمَنِيّ وَهُوَ أَغْرَب مِنْ مِثْله ﴿قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَام وَهِيَ رَمِيم﴾ أَيْ بَالِيَة وَلَمْ يَقُلْ رَمِيمَة بِالتَّاءِ لِأَنَّهُ اسْم لَا صِفَة وَرُوِيَ أَنَّهُ أَخَذَ عَظْمًا رَمِيمًا فَفَتَّتَهُ وَقَالَ لِلنَّبِيِّ ﷺ أَتَرَى يُحْيِي اللَّه هَذَا بَعْد مَا بَلِيَ وَرَمَّ فَقَالَ ﷺ نَعَمْ وَيُدْخِلك النار
"Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami" [dalam hal itu] "dan dia lupa akan kejadiannya" [dari air mani, padahal kejadiannya itu lebih menakjubkan daripada perumpamaan yang dibuatnya], "dia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?'" [maksudnya yang telah lapuk. Tidak dikatakan 'ramiimah' dengan menggunakan ta' marbuthah karena kata ini adalah isim bukan sifat. Diriwayatkan bahwa ia mengambil tulang yang lapuk lalu meremukkannya dan berkata kepada Nabi ﷺ, "Apakah kamu mengira Allah dapat menghidupkan ini setelah hancur dan lapuk?" Maka Nabi ﷺ bersabda, "Ya, dan Dia akan memasukkanmu ke dalam neraka"].