Tafsir Al-Jalalayn
﴿إذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ﴾ هُوَ مَا بَعْد الزَّوَال ﴿الصَّافِنَات﴾ الْخَيْل جَمْع صَافِنَة وَهِيَ الْقَائِمَة عَلَى ثَلَاث وَإِقَامَة الْأُخْرَى عَلَى طَرَف الْحَافِر وَهُوَ مِنْ صَفَنَ يَصْفِن صُفُونًا ﴿الْجِيَاد﴾ جَمْع جَوَاد وَهُوَ السَّابِق الْمَعْنَى أَنَّهَا إذَا اُسْتُوْقِفَتْ سَكَنَتْ وَإِنْ رَكَضَتْ سَبَقَتْ وَكَانَتْ أَلْف فَرَس عُرِضَتْ عَلَيْهِ بَعْد أَنْ صَلَّى الظُّهْر لِإِرَادَتِهِ الْجِهَاد عَلَيْهَا لِعَدُوٍّ فَعِنْد بُلُوغ الْعَرْض مِنْهَا تِسْعمِائَةِ غَرَبَتْ الشَّمْس وَلَمْ يَكُنْ صَلَّى الْعَصْر فاغتم ٣ -
[Ingatlah] ketika dipertunjukkan kepadanya pada waktu sore [yaitu setelah matahari tergelincir] kuda-kuda yang tenang [bentuk jamak dari *shaafinah*, yaitu kuda yang berdiri di atas tiga kaki sementara satu kaki lainnya bertumpu pada ujung kukunya; terambil dari *shafana yashfinu shufuunan*] lagi cepat berlari [bentuk jamak dari *jawad*, yaitu kuda yang kencang larinya. Maknanya, jika dihentikan ia berdiri tenang, dan jika dipacu ia berlari sangat cepat. Kuda-kuda itu berjumlah seribu ekor yang diperlihatkan kepadanya setelah salat Zuhur karena beliau hendak menggunakannya untuk berjihad melawan musuh. Ketika pemeriksaan mencapai sembilan ratus ekor, matahari terbenam sementara beliau belum melaksanakan salat Asar, sehingga beliau merasa gundah]. [3]