Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ لَمَّا افْتَخَرَ الْمُسْلِمُونَ وَأَهْل الْكِتَاب ﴿لَيْسَ﴾ الأمر منوطا ﴿بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيّ أَهْل الْكِتَاب﴾ بَلْ بِالْعَمَلِ الصالح ﴿ومن يَعْمَل سُوءًا يُجْزَ بِهِ﴾ إمَّا فِي الْآخِرَة أَوْ فِي الدُّنْيَا بِالْبَلَاءِ وَالْمِحَن كَمَا وَرَدَ فِي الْحَدِيث ﴿وَلَا يَجِد لَهُ مِنْ دُون اللَّه﴾ أَيْ غَيْره ﴿وَلِيًّا﴾ يَحْفَظهُ ﴿وَلَا نَصِيرًا﴾ يمنعه منه ١٢ -
Dan turunlah ayat ini ketika kaum muslimin dan Ahli Kitab saling membanggakan diri: [Pahala itu] bukanlah [hal yang bergantung] pada angan-anganmu dan bukan [pula] pada angan-angan Ahli Kitab [melainkan pada amal saleh]. Barang siapa yang melakukan kejahatan, niscaya akan dibalas dengan kejahatan itu [baik di akhirat kelak maupun di dunia dengan bala dan ujian sebagaimana terdapat dalam hadis], dan ia tidak akan mendapatkan pelindung [yang menjaganya] dan tidak pula penolong [yang mencegah azab itu darinya] selain Allah [yakni selain diri-Nya].