Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ رَدًّا لِمَا كَانَ عَلَيْهِ فِي الْجَاهِلِيَّة مِنْ عَدَم تَوْرِيث النِّسَاء وَالصِّغَار ﴿لِلرِّجَالِ﴾ الْأَوْلَاد وَالْأَقْرِبَاء ﴿نَصِيب﴾ حَظّ ﴿مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ﴾ الْمُتَوَفَّوْنَ ﴿وَلِلنِّسَاءِ نَصِيب مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ﴾ أَيْ الْمَال ﴿أَوْ كَثُرَ﴾ جَعَلَهُ اللَّه ﴿نَصِيبًا مَفْرُوضًا﴾ مَقْطُوعًا بِتَسْلِيمِهِ إلَيْهِمْ
[Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap tradisi Jahiliah yang tidak memberikan warisan kepada wanita dan anak-anak kecil:] Bagi laki-laki [anak-anak maupun kerabat] ada hak bagian [bagian] dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya [yang meninggal dunia], dan bagi wanita ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit [yakni harta tersebut] atau banyak, [Allah menjadikannya] sebagai bagian yang telah ditetapkan [pasti untuk diserahkan kepada mereka].