﴿وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ﴾ كَأَنْ قِيلَ لَكُمْ سَلَام عَلَيْكُمْ ﴿فَحَيُّوا﴾ الْمُحَيِّي ﴿بِأَحْسَن مِنْهَا﴾ بِأَنْ تَقُولُوا لَهُ عَلَيْك السَّلَام وَرَحْمَة اللَّه وَبَرَكَاته ﴿أَوْ رُدُّوهَا﴾ بِأَنْ تَقُولُوا لَهُ كَمَا قَالَ أَيْ الْوَاجِب أَحَدهمَا وَالْأَوَّل أَفْضَل ﴿إنَّ اللَّه كَانَ عَلَى كُلّ شَيْء حَسِيبًا﴾ مُحَاسِبًا فَيُجَازِي عَلَيْهِ وَمِنْهُ رَدّ السَّلَام وَخَصَّتْ السُّنَّة الْكَافِر وَالْمُبْتَدِع وَالْفَاسِق وَالْمُسَلِّم عَلَى قَاضِي الْحَاجَة وَمَنْ فِي الْحَمَّام وَالْآكِل فَلَا يَجِب الرَّدّ عَلَيْهِمْ بَلْ يُكْرَه فِي غَيْر الْأَخِير وَيُقَال لِلْكَافِرِ وَعَلَيْك
٨ -
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan [seperti diucapkan kepadamu: Salamu 'alaikum], maka balaslah penghormatan itu [orang yang memberi salam tersebut] dengan yang lebih baik daripadanya [yaitu dengan engkau katakan kepadanya: 'Alaikas-salamu wa rahmatullahi wa barakatuh], atau kembalikanlah penghormatan itu [dengan engkau katakan kepadanya sebagaimana yang ia katakan. Maksudnya: wajib memilih salah satu dari keduanya, dan yang pertama lebih utama.] Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. [yakni memperhitungkan lalu memberikan balasan atasnya, dan termasuk di dalamnya adalah membalas salam. Sunnah mengkhususkan bahwa orang kafir, ahli bid'ah, orang fasik, serta orang yang memberi salam kepada orang yang sedang buang hajat, orang yang berada di kamar mandi, dan orang yang sedang makan tidak wajib dibalas salamnya, bahkan makruh selain pada contoh terakhir, dan dikatakan kepada orang kafir: Wa 'alaik.]