Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَمْ﴾ بَلْ ﴿لَهُمْ﴾ لِكُفَّارِ مَكَّة ﴿شُرَكَاء﴾ هُمْ شَيَاطِينهمْ ﴿شَرَعُوا﴾ أَيْ الشُّرَكَاء ﴿لَهُمْ﴾ لِلْكُفَّارِ ﴿مِنْ الدِّين﴾ الْفَاسِد ﴿مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّه﴾ كَالشِّرْكِ وَإِنْكَار الْبَعْث ﴿وَلَوْلَا كَلِمَة الْفَصْل﴾ أَيْ الْقَضَاء السَّابِق بِأَنَّ الْجَزَاء فِي يَوْم الْقِيَامَة ﴿لَقُضِيَ بَيْنهمْ﴾ وَبَيْن الْمُؤْمِنِينَ بِالتَّعْذِيبِ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا ﴿وَإِنَّ الظَّالِمِينَ﴾ الْكَافِرِينَ ﴿لَهُمْ عَذَاب أَلِيم﴾ مؤلم ٢ -
Apakah [bahkan apakah] mereka [kaum kafir Mekah] mempunyai sekutu-sekutu [yaitu setan-setan mereka] yang menetapkan aturan [yaitu sekutu-sekutu itu] untuk mereka [bagi kaum kafir] dari agama [yang rusak] yang tidak diizinkan oleh Allah? [Seperti syirik dan mengingkari hari kebangkitan]. Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan [yakni takdir mendahului bahwa pembalasan terjadi pada hari kiamat], niscaya telah diselesaikan perkara di antara mereka [dan antara orang-orang beriman dengan mengazab mereka di dunia]. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim [orang-orang kafir] itu akan mendapat azab yang sangat pedih [menyakitkan]. 2 -