﴿وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدهمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَنِ مَثَلًا﴾ جَعَلَ لَهُ شَبَهًا بِنِسْبَةِ الْبَنَات إلَيْهِ لِأَنَّ الْوَلَد يُشْبِه الْوَالِد الْمَعْنَى إذَا أُخْبِرَ أَحَدهمْ بِالْبِنْتِ تُولَد لَهُ ﴿ظَلَّ﴾ صَارَ ﴿وَجْهه مُسْوَدًّا﴾ مُتَغَيِّرًا تَغَيُّر مُغْتَمّ ﴿وَهُوَ كَظِيم﴾ مُمْتَلِئ غَمًّا فَكَيْفَ يَنْسُب الْبَنَات إلَيْهِ تَعَالَى عَنْ ذَلِكَ
١ -
Padahal apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi Ar-Rahman [yaitu membuat keserupaan bagi-Nya dengan menisbatkan anak-anak perempuan kepada-Nya, karena anak itu menyerupai orang tuanya; maknanya apabila salah seorang dari mereka diberitahu tentang kelahiran anak perempuan baginya], menjadi [jadilah] mukanya hitam [berubah menjadi muram] dan dia sangat menahan marah [penuh dengan duka cita; maka bagaimanakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan kepada Allah, Maha Suci Dia dari hal tersebut]. 1 -