Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَيَقُول الَّذِينَ آمَنُوا﴾ طَلَبًا لِلْجِهَادِ ﴿لَوْلَا﴾ هَلَّا ﴿نُزِّلَتْ سُورَة﴾ فِيهَا ذِكْر الْجِهَاد ﴿فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَة مُحْكَمَة﴾ أَيْ لَمْ يُنْسَخ مِنْهَا شَيْء ﴿وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَال﴾ أَيْ طَلَبه ﴿رَأَيْت الَّذِينَ فِي قُلُوبهمْ مَرَض﴾ أَيْ شَكّ وَهُمْ الْمُنَافِقُونَ ﴿يَنْظُرُونَ إلَيْك نَظَرَ الْمَغْشِيّ عَلَيْهِ مِنْ الْمَوْت﴾ خَوْفًا مِنْهُ وَكَرَاهَة لَهُ أَيْ فَهُمْ يَخَافُونَ مِنْ الْقِتَال وَيَكْرَهُونَهُ ﴿فَأَوْلَى لَهُمْ﴾ مُبْتَدَأ خَبَره ٢ -
Dan orang-orang yang beriman berkata [karena menuntut perintah jihad], "Mengapa [mengapa tidak] tidak diturunkan suatu surah [yang di dalamnya disebutkan perintah jihad]?" Maka apabila diturunkan suatu surah yang jelas [yakni tidak ada yang dinasakh/dihapus sedikit pun darinya] dan disebutkan di dalamnya perintah perang [maksudnya tuntutan untuk berperang], kamu lihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit [yaitu keraguan, dan mereka adalah orang-orang munafik] memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati [karena takut dan benci kepadanya, yakni mereka takut dan benci terhadap peperangan]. Maka kecelakaanlah bagi mereka [kata 'fa-aula lahum' bertindak sebagai mubtada yang khabarnya dibuang].