Tafsir Al-Jalalayn
﴿و﴾ اُذْكُرْ ﴿إذْ قَالَ﴾ أَيْ يَقُول ﴿اللَّه﴾ لِعِيسَى فِي الْقِيَامَة تَوْبِيخًا لِقَوْمِهِ ﴿يَا عِيسَى بن مَرْيَم أَأَنْت قُلْت لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّي إلَهَيْنِ مِنْ دُون اللَّه قَالَ﴾ عِيسَى وَقَدْ أُرْعِدَ ﴿سُبْحَانك﴾ تَنْزِيهًا لَك عَمَّا لَا يَلِيق بِك مِنْ شَرِيك وَغَيْره ﴿مَا يَكُون﴾ مَا يَنْبَغِي ﴿لِي أَنْ أَقُول مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ﴾ خَبَر لَيْسَ وَلِي لِلتَّبْيِينِ ﴿إنْ كُنْت قُلْته فَقَدْ عَلِمْته تَعْلَم مَا﴾ أُخْفِيه ﴿فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَم مَا فِي نَفْسك﴾ أَيْ مَا تخفيه من معلوماتك ﴿إنك أنت علام الغيوب﴾ ١١ -
Dan [ingatlah] ketika [yakni berfirman] Allah [kepada Isa pada hari kiamat sebagai celaan bagi kaumnya]: "Wahai Isa putra Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia: 'Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah'?" Isa menjawab [seraya gemetar]: "Mahasuci Engkau [sebagai penyucian bagi-Mu dari apa yang tidak layak bagi-Mu seperti adanya sekutu dan lainnya], tidaklah patut [yakni tidak seyogianya] bagiku mengatakan apa yang bukan hakku [kata 'bi-haqqin' sebagai khabar 'laisa', sedangkan 'li' untuk penjelasan]. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang [aku sembunyikan] ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu [maksudnya apa yang Engkau sembunyikan dari pengetahuan-Mu]. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib."