﴿لِلَّهِ مُلْك السَّمَاوَات وَالْأَرْض﴾ خَزَائِن الْمَطَر وَالنَّبَات وَالرِّزْق وَغَيْرهَا ﴿وَمَا فِيهِنَّ﴾ أَتَى بِمَا تَغْلِيبًا لِغَيْرِ الْعَاقِل ﴿وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير﴾ وَمِنْهُ إثَابَة الصَّادِق وَتَعْذِيب الْكَاذِب وَخُصَّ الْعَقْل ذاته فليس عليها بقادر
"Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi" [yaitu perbendaharaan hujan, tumbuh-tumbuhan, rezeki, dan selainnya] "serta apa yang ada di dalamnya" [menggunakan kata maa sebagai bentuk taghlib/menggeneralisasi untuk selain yang berakal], "dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu" [di antaranya memberi pahala kepada orang yang jujur dan mengazab orang yang berdusta; dan dikecualikan secara akal Zat-Nya sendiri, maka Dia tidak berkuasa atas perubahan Zat-Nya].