Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَفَحُكْم الْجَاهِلِيَّة يَبْغُونَ﴾ بِالْيَاءِ وَالتَّاء يَطْلُبُونَ مِنْ الْمُدَاهَنَة وَالْمَيْل إذَا تَوَلَّوْا اسْتِفْهَام إنْكَارِيّ ﴿وَمَنْ﴾ أَيْ لَا أَحَد ﴿أَحْسَن مِنْ اللَّه حُكْمًا لِقَوْمٍ﴾ عِنْد قَوْم ﴿يُوقِنُونَ﴾ بِهِ خُصُّوا بِالذِّكْرِ لأنهم الذين يتدبرون ٥ -
Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki [dibaca dengan huruf ya (yabghuna) atau ta (tabghuna), yang berarti mereka cari berupa sikap kompromi dan keberpihakan ketika mereka berpaling. Ini adalah pertanyaan retoris yang bernada ingkar (istifham inkari)]? Dan siapakah [yakni tidak ada seorang pun] yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang [di mata orang-orang] yang yakin [kepada-Nya? Mereka dikhususkan dalam penyebutan karena merekalah orang-orang yang mau merenungkan]?