Tafsir Al-Jalalayn
﴿رزقا للعباد﴾ مفعول له ﴿وأحيينا به بلدة مَيْتًا﴾ يَسْتَوِي فِيهِ الْمُذَكَّر وَالْمُؤَنَّث ﴿كَذَلِكَ﴾ أَيْ مِثْل هَذَا الْإِحْيَاء ﴿الْخُرُوج﴾ مِنْ الْقُبُور فَكَيْفَ تُنْكِرُونَهُ وَالِاسْتِفْهَام لِلتَّقْرِيرِ وَالْمَعْنَى أَنَّهُمْ نَظَرُوا وَعَلِمُوا ما ذكر ١ -
untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba [berkedudukan sebagai maf'ul lah (keterangan alasan)], dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati [kata 'maytan' di sini sama bentuknya baik untuk mudzakkar maupun muannats]. Seperti itulah [yaitu seperti penghidupan ini] kebangkitan [dari kubur, maka bagaimana kalian mengingkarinya? Pertanyaan di sini berfungsi untuk menetapkan, dan maknanya adalah bahwa mereka memperhatikan dan mengetahui apa yang telah disebutkan]. [1 -]