﴿أَفَلَمْ يَنْظُرُوا﴾ بِعُيُونِهِمْ مُعْتَبِرِينَ بِعُقُولِهِمْ حِين أَنْكَرُوا الْبَعْث ﴿إلَى السَّمَاء﴾ كَائِنَة ﴿فَوْقهمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا﴾ بِلَا عَمَد ﴿وَزَيَّنَّاهَا﴾ بِالْكَوَاكِبِ ﴿وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوج﴾ شُقُوق تَعِيبهَا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan [dengan mata kepala mereka sambil mengambil pelajaran dengan akal mereka ketika mereka mengingkari hari kebangkitan] langit [yang berada] di atas mereka, bagaimana Kami membangunya [tanpa tiang] dan Kami menghiasinya [dengan bintang-bintang] dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun [celah-celah yang mencederainya]?