Tafsir Al-Jalalayn
﴿إذْ﴾ ظَرْف لِحَدِيثِ ضَيْف ﴿دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا﴾ أَيْ هَذَا اللَّفْظ ﴿قَالَ سَلَام﴾ أَيْ هَذَا اللَّفْظ ﴿قَوْم مُنْكَرُونَ﴾ لَا نَعْرِفهُمْ قَالَ ذَلِكَ فِي نَفْسه وَهُوَ خَبَر مُبْتَدَأ مُقَدَّر أي هؤلاء ٢ -
Ketika [zharaf untuk kisah tamu] mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salam" [yakni lafal ini]. Ibrahim menjawab, "Salam" [yakni lafal ini. Ia berkata dalam hatinya], "[Kalian adalah] orang-orang yang belum dikenal" [kami tidak mengenalnya. Lafal ini menjadi khabar dari mubtada' yang dikira-kirakan, maksudnya: orang-orang ini].