Tafsir Al-Jalalayn
﴿فِي مَقْعَد صِدْق﴾ مَجْلِس حَقّ لَا لَغْو فِيهِ وَلَا تَأْثِيم أُرِيدَ بِهِ الْجِنْس وَقُرِئَ مَقَاعِد الْمَعْنَى أَنَّهُمْ فِي مَجَالِس مِنْ الْجَنَّات سَالِمَة مِنْ اللَّغْو وَالتَّأْثِيم بِخِلَافِ مَجَالِس الدُّنْيَا فَقَلَّ أَنْ تَسْلَم مِنْ ذَلِكَ وَأُعْرِبَ هَذَا خَبَرًا ثَانِيًا وَبَدَلًا وَهُوَ صَادِق بِبَدَلِ الْبَعْض وَغَيْره ﴿عِنْد مَلِيك﴾ مِثَال مُبَالَغَة أَيْ عَزِيز الْمُلْك وَاسِعه ﴿مُقْتَدِر﴾ قَادِر لَا يُعْجِزهُ شَيْء وهو الله تعالى وعند إشَارَة إلَى الرُّتْبَة وَالْقُرْبَة مِنْ فَضْله تَعَالَى =
Di tempat yang disenangi [di majlis yang sebenarnya, yang tidak ada perkataan sia-sia di dalamnya dan tidak ada perbuatan dosa. Yang dimaksud dengannya adalah jenis tempat, dan dibaca pula 'maqa'ida'. Maknanya adalah bahwasanya mereka berada di majelis-majelis surga yang selamat dari perkataan sia-sia dan perbuatan dosa, berbeda dengan majelis-majelis dunia yang jarang sekali selamat dari hal tersebut. Kata ini di-i'rab sebagai khabar kedua atau sebagai badal, dan itu tepat baik sebagai badal ba'dh maupun selainnya] di sisi Raja [bentuk hiperbola (mubalaghah), yaitu Yang Maha Perkasa kerajaan-Nya lagi Maha Luas] Yang Mahakuasa [Yang Maha Kuasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan-Nya, yaitu Allah Ta'ala. Kata 'di sisi' ('inda) merupakan isyarat kepada kedudukan yang tinggi dan kedekatan derajat dari karunia-Nya Ta'ala].