﴿وَ﴾ اذْكُرْ ﴿إذْ أَسَرَّ النَّبِيّ إلَى بَعْض أَزْوَاجه﴾ هِيَ حَفْصَة ﴿حَدِيثًا﴾ هُوَ تَحْرِيم مَارِيَة وَقَالَ لَهَا لَا تُفْشِيه ﴿فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ﴾ عَائِشَة ظَنًّا مِنْهَا أَنْ لَا حَرَج فِي ذَلِكَ ﴿وَأَظْهَرَهُ اللَّه﴾ أَطْلَعَهُ ﴿عَلَيْهِ﴾ عَلَى الْمُنَبَّأ بِهِ ﴿عَرَّفَ بَعْضه﴾ لِحَفْصَةَ ﴿وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْض﴾ تَكَرُّمًا مِنْهُ ﴿فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَك هَذَا قَالَ نَبَّأَنِي الْعَلِيم الْخَبِير﴾ أَيْ الله
Dan [ingatlah] ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya [yaitu Hafshah] suatu peristiwa. [Yaitu pengharaman Mariyah, dan beliau berkata kepadanya: "Jangan kamu sebarkan rahasia ini."] Maka setelah dia memberitahukan hal itu [kepada 'Aisyah, karena mengira tidak ada halangan dalam melakukan itu] dan Allah memberitahukan hal itu [menyampaikan peristiwa yang diberitahukan itu] kepadanya [kepada Nabi], beliau memberitahukan sebagiannya [kepada Hafshah] dan menyembunyikan sebagian yang lain [sebagai bentuk sifat mulia beliau]. Maka setelah beliau memberitahukan perihal itu kepadanya, dia bertanya: "Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Yaitu Allah.]