Tafsir Al-Jalalayn
﴿كَلَّا﴾ رَدْع لَهُ ﴿لَئِنْ﴾ لَام قَسَم ﴿لَمْ يَنْتَهِ﴾ عَمَّا هُوَ عَلَيْهِ مِنْ الْكُفْر ﴿لَنَسْفَعًا بالناصية﴾ لنجرن بِنَاصِيَتِهِ إِلَى النَّار ١ - ﴿نَاصِيَة﴾ بَدَل نَكِرَة مِنْ مَعْرِفَة ﴿كَاذِبَة خَاطِئَة﴾ وَصَفَهَا بِذَلِكَ مَجَاز وَالْمُرَاد صَاحِبهَا ١ -
Sekali-kali tidak! [kalimat *kalla* merupakan celaan/teguran baginya]. Sungguh jika [huruf *lam* pada *la'in* adalah *lam qasam* (sumpah)] dia tidak berhenti [dari kekafiran yang dilakukannya], niscaya Kami tarik ubun-ubunnya [sungguh Kami akan menyeret ubun-ubunnya menuju neraka]. [yaitu] ubun-ubun [menjadi badal nakirah dari makrifah] yang mendustakan lagi durhaka [penyifatan ubun-ubun dengan sifat tersebut merupakan majas (kiasan), sedangkan yang dimaksud adalah pemiliknya].