Tafsir Al-Jalalayn
﴿سَلَام هِيَ﴾ خَبَر مُقَدَّم وَمُبْتَدَأ ﴿حَتَّى مَطْلَع الْفَجْر﴾ بِفَتْحِ اللَّام وَكَسْرهَا إِلَى وَقْت طُلُوعه جُعِلَتْ سَلَامًا لِكَثْرَةِ السَّلَام فِيهَا مِنْ الْمَلَائِكَة لا تَمُرّ بِمُؤْمِنٍ وَلَا بِمُؤْمِنَةٍ إِلَّا سَلَّمَتْ عَلَيْهِ
"Sejahtera (malam itu) [merupakan khabar muqaddam dan mubtada'] sampai terbit fajar [dengan membaca fathah pada huruf lam (mathla') atau kasrah (mathli'), yaitu sampai waktu terbitnya fajar. Malam itu dijadikan sebagai kesejahteraan karena banyaknya salam di dalamnya dari para malaikat; tidaklah mereka melewati seorang mukmin laki-laki maupun perempuan melainkan mereka mengucapkan salam kepadanya.