Tafsir Al-Jalalayn
﴿قُلْ﴾ لَهُمْ ﴿هَذِهِ سَبِيلِي﴾ وَفَسَّرَهَا بِقَوْلِهِ ﴿أَدْعُو إلَى﴾ دِين ﴿اللَّه عَلَى بَصِيرَة﴾ حُجَّة وَاضِحَة ﴿أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي﴾ آمَنَ بِي عُطِفَ عَلَى أَنَا الْمُبْتَدَأ الْمُخْبَر عَنْهُ بِمَا قَبْله ﴿وَسُبْحَان اللَّه﴾ تَنْزِيهًا لَهُ عَنْ الشُّرَكَاء ﴿وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ﴾ مِنْ جُمْلَة سَبِيله أَيْضًا ١٠ -
Katakanlah [kepada mereka], "Inilah jalanku," [kemudian Beliau menjelaskannya dengan firman-Nya,] "aku mengajak kepada [agama] Allah di atas basirah [yakni hujah yang jelas], aku dan orang-orang yang mengikutiku [yang beriman kepadaku; lafal ini diathafkan pada kata 'aku' sebagai mubtada yang beritanya dijelaskan oleh kalimat sebelumnya]. Maha Suci Allah [yakni mensucikan-Nya dari sekutu-sekutu], dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik." [Kalimat terakhir ini juga merupakan bagian dari jalannya]. [10]