Tafsir Al-Jalalayn
﴿حَتَّى﴾ غَايَة لِمَا دَلَّ عَلَيْهِ ﴿وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلك إلَّا رِجَالًا﴾ أَيْ فَتَرَاخَى نَصْرهمْ حتى ﴿إذا اسْتَيْأَسَ﴾ يَئِسَ ﴿الرُّسُل وَظَنُّوا﴾ أَيْقَنَ الرُّسُل ﴿أَنَّهُمْ قَدْ كُذِّبُوا﴾ بِالتَّشْدِيدِ تَكْذِيبًا لَا إيمَان بَعْده وَالتَّخْفِيف أَيْ ظَنَّ الْأُمَم أَنَّ الرُّسُل أُخْلِفُوا مَا وُعِدُوا بِهِ مِنْ النَّصْر ﴿جَاءَهُمْ نَصْرنَا فَنُنَجِّي﴾ بِنُونَيْنِ مُشَدَّدًا وَمُخَفَّفًا وَبِنُونٍ مُشَدَّدًا مَاضٍ ﴿من نشاء ولا يرد بَأْسنَا﴾ عَذَابنَا ﴿عَنِ الْقَوْم الْمُجْرِمِينَ﴾ الْمُشْرِكِينَ ١١ -
[Kata "Hingga"] merupakan batas akhir bagi apa yang ditunjukkan oleh ayat, "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan laki-laki..." [yakni pertolongan kepada mereka tertunda hingga] apabila telah berputus asa [berputus asa] para rasul, dan mereka yakin [para rasul yakin] bahwa mereka sungguh telah didustakan [dengan tasydid (kuddzibuu), maksudnya pendustaan yang tidak diikuti oleh keimanan setelahnya; dan dengan takhfif (kudzibuu), maksudnya umat-umat menduga bahwa para rasul telah dimungkiri apa yang dijanjikan kepada mereka berupa pertolongan], datanglah pertolongan Kami kepada mereka, lalu diselamatkanlah [dibaca dengan dua nun ber-tasydid dan ber-takhfif (fanunajjii), dan dengan satu nun ber-tasydid dalam bentuk fi'il madhi (fanujjiya)] orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami [azab Kami] dari kaum yang berdosa [orang-orang musyrik].