﴿قَالَ هَلْ﴾ مَا ﴿آمَنَكُمْ عَلَيْهِ إلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ﴾ يُوسُف ﴿مِنْ قَبْل﴾ وَقَدْ فعلتم به ما فعلتم ﴿فالله خير حفظا﴾ وفي قراءة حافظا تَمْيِيز كَقَوْلِهِمْ لِلَّهِ دَرّه فَارِسًا ﴿وَهُوَ أَرْحَم الرَّاحِمِينَ﴾ فَأَرْجُو أَنْ يَمُنّ بِحِفْظِهِ
٦ -
[Ya'qub] berkata, "[Tidak ada yang dapat aku perbuat] apakah aku dapat mempercayakan dirinya kepada kalian melainkan seperti aku telah mempercayakan saudaranya [yaitu Yusuf] kepada kalian [sebelumnya? Padahal kalian telah memperlakukan dirinya seperti yang telah kalian perbuat]. Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga [dalam satu qiraat dibaca 'hafidzan' sebagai tamyiz, sebagaimana ucapan mereka: 'Lillahi darruhu farisan' (Alangkah bagusnya dia sebagai penunggang kuda)]. Dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang [maka aku berharap Dia akan mengaruniakan penjagaan-Nya]."