﴿الَّذِي جَعَلَ﴾ خَلَقَ ﴿لَكُمْ الْأَرْض فِرَاشًا ?﴾ حَال بِسَاطًا ? يُفْتَرَش لَا غَايَة فِي الصَّلَابَة أَوْ اللُّيُونَة فَلَا يُمْكِن الِاسْتِقْرَار عَلَيْهَا ﴿وَالسَّمَاء بِنَاء﴾ سَقْفًا ? ﴿وَأَنْزَلَ مِنْ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجَ بِهِ مِنْ﴾ أَنْوَاع ﴿الثَّمَرَات رِزْقًا ? لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا ?﴾ شُرَكَاء فِي الْعِبَادَة ﴿وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾ أَنَّهُ الْخَالِق وَلَا تَخْلُقُونَ وَلَا يَكُون إلَهًا إلَّا مَنْ يَخْلُق
٢ -
[Dialah] yang menjadikan [menciptakan] bumi sebagai hamparan bagimu [menjadi hal (keterangan keadaan), yaitu hamparan yang dihamparkan, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu lunak sehingga tidak memungkinkan untuk tinggal di atasnya], dan langit sebagai bangunan [atap], dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air itu [berbagai jenis] buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah [serikat-serikat dalam peribadatan] padahal kamu mengetahui [bahwa Dia-lah Sang Pencipta dan kamu tidak menciptakan, serta tidak ada tuhan melainkan Dzat yang menciptakan].