Tafsir Al-Jalalayn
﴿اللَّه لَا إلَه﴾ أَيْ لَا مَعْبُود بِحَقٍّ فِي الْوُجُود ﴿إلَّا هُوَ الْحَيّ﴾ الدَّائِم بِالْبَقَاءِ ﴿الْقَيُّوم﴾ الْمُبَالِغ فِي الْقِيَام بِتَدْبِيرِ خَلْقه ﴿لَا تَأْخُذهُ سِنَة﴾ نُعَاس ﴿وَلَا نَوْم لَهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الْأَرْض﴾ مُلْكًا وَخَلْقًا وَعَبِيدًا ﴿مَنْ ذَا الَّذِي﴾ أَيْ لَا أَحَد ﴿يَشْفَع عِنْده إلَّا بِإِذْنِهِ﴾ لَهُ فِيهَا ﴿يَعْلَم مَا بَيْن أَيْدِيهمْ﴾ أَيْ الْخَلْق ﴿وَمَا خَلْفهمْ﴾ أَيْ مِنْ أَمْر الدُّنْيَا وَالْآخِرَة ﴿وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمه﴾ أَيْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا مِنْ مَعْلُومَاته ﴿إلَّا بِمَا شَاءَ﴾ أَنْ يُعْلِمهُمْ بِهِ مِنْهَا بِأَخْبَارِ الرُّسُل ﴿وَسِعَ كُرْسِيّه السَّمَاوَات وَالْأَرْض﴾ قِيلَ أَحَاطَ عِلْمه بِهِمَا وَقِيلَ الْكُرْسِيّ نَفْسه مُشْتَمِل عَلَيْهِمَا لِعَظَمَتِهِ لِحَدِيثِ مَا السَّمَاوَات السَّبْع فِي الْكُرْسِيّ إلَّا كَدَرَاهِم سَبْعَة أُلْقِيَتْ في ترس ﴿ولا يؤوده﴾ يثقله ﴿حفظهما﴾ أي السماوات وَالْأَرْض ﴿وَهُوَ الْعَلِيّ﴾ فَوْق خَلْقه بِالْقَهْرِ ﴿الْعَظِيم﴾ الكبير ٢٥ -
[Allah, tidak ada tuhan] maksudnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah secara hakiki di alam wujud [selain Dia, Yang Mahahidup,] Yang kekal abadi selamanya, [Yang terus-menerus mengurus] Yang senantiasa dan sempurna dalam mengurus serta mengatur makhluk-Nya, [tidak mengantuk] yakni rasa kantuk [dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi] sebagai milik, ciptaan, dan hamba-Nya. [Siapakah yang] artinya tidak ada seorang pun yang [dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya?] kepada orang yang diizinkan-Nya untuk memberi syafaat. [Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka] yakni para makhluk [dan apa yang di belakang mereka,] yaitu perkara dunia dan akhirat, [sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya] maksudnya mereka tidak mengetahui sedikit pun dari apa yang diketahui-Nya [melainkan apa yang Dia kehendaki] untuk Dia beritahukan kepada mereka melalui lisan para rasul. [Kursi-Nya meliputi langit dan bumi.] Ada yang berpendapat ilmu-Nya meliputi keduanya, dan ada pula yang berpendapat Kursi itu sendiri melingkupi keduanya karena keagungannya, berdasarkan hadis: "Tidaklah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi melainkan seperti tujuh keping dirham yang dilemparkan ke dalam tameng." [Dan Dia tidak merasa berat] yakni tidak dibebani [memelihara keduanya,] yaitu langit dan bumi, [dan Dia Mahatinggi] di atas makhluk-Nya dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya, [lagi Mahabesar.] Yang Mahaagung.