Tafsir Al-Jalalayn
﴿لَا إكْرَاه فِي الدِّين﴾ عَلَى الدُّخُول فِيهِ ﴿قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ﴾ أَيْ ظَهَرَ بِالْآيَاتِ الْبَيِّنَات أَنَّ الْإِيمَان رُشْد وَالْكُفْر غَيّ نَزَلَتْ فِيمَنْ كَانَ لَهُ مِنْ الْأَنْصَار أَوْلَاد أَرَادَ أَنْ يُكْرِههُمْ عَلَى الْإِسْلَام ﴿فَمَنْ يَكْفُر بِالطَّاغُوتِ﴾ الشَّيْطَان أَوْ الْأَصْنَام وَهُوَ يُطْلَق عَلَى الْمُفْرَد وَالْجَمْع ﴿وَيُؤْمِن بِاَللَّهِ فَقَدْ اسْتَمْسَكَ﴾ تَمَسَّكَ ﴿بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى﴾ بِالْعَقْدِ الْمُحْكَم ﴿لَا انْفِصَام﴾ انْقِطَاع ﴿لَهَا وَاَللَّه سَمِيع﴾ لِمَا يُقَال ﴿عَلِيم﴾ بِمَا يفعل ٢٥ -
Tidak ada paksaan dalam [menganut] agama [Islam, yaitu untuk memasukinya]. Sungguh telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat [artinya: telah tampak jelas melalui bukti-bukti yang nyata bahwa iman adalah kebenaran dan kekufuran adalah kesesatan. Ayat ini turun berkenaan dengan seseorang dari kalangan Ansar yang memiliki anak-anak dan ia hendak memaksa mereka untuk masuk Islam]. Barang siapa yang ingkar kepada Tagut [setan atau berhala-berhala, dan kata ini bisa digunakan untuk bentuk tunggal maupun jamak] dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang teguh [berpegang erat] pada buhul tali yang sangat kuat [ikatan yang kokoh] yang tidak akan putus [tidak ada keterputusan padanya]. Dan Allah Maha Mendengar [terhadap apa yang diucapkan] lagi Maha Mengetahui [terhadap apa yang diperbuat].