Tafsir Al-Jalalayn
﴿مَثَل﴾ صِفَة نَفَقَات ﴿الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالهمْ فِي سَبِيل اللَّه﴾ أَيْ طَاعَته ﴿كَمَثَلِ حَبَّة أَنْبَتَتْ سَبْع سَنَابِل فِي كُلّ سُنْبُلَة مِائَة حَبَّة﴾ فكذلك نفقاتهم تضاعف لسبعمائة ضِعْف ﴿وَاَللَّه يُضَاعِف﴾ أَكْثَر مِنْ ذَلِكَ ﴿لِمَنْ يَشَاء وَاَللَّه وَاسِع﴾ فَضْله ﴿عَلِيم﴾ بِمَنْ يَسْتَحِقّ المضاعفة ٢٦ -
Perumpamaan [sifat dari nafkah] orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah [yaitu dalam ketaatan kepada-Nya] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji [demikian pula nafkah mereka dilipatgandakan menjadi tujuh ratus kali lipat]. Allah melipatgandakan [lebih banyak dari itu] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui [siapa yang berhak menerima pelipatgandaan itu].