Tafsir Al-Jalalayn
﴿وقلنا يآدم اُسْكُنْ أَنْت﴾ تَأْكِيد لِلضَّمِيرِ الْمُسْتَتِر لِيَعْطِف عَلَيْهِ ﴿وَزَوْجك﴾ حَوَّاء بِالْمَدِّ وَكَانَ خَلَقَهَا مِنْ ضِلْعه الْأَيْسَر ﴿الْجَنَّة وَكُلَا مِنْهَا﴾ أَكْلًا ﴿رَغَدًا ?﴾ وَاسِعًا ? لَا حَجْر فِيهِ ﴿حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَة﴾ بِالْأَكْلِ مِنْهَا وَهِيَ الْحِنْطَة أَوْ الْكَرْم أَوْ غَيْرهمَا ﴿فَتَكُونَا﴾ فَتَصِيرَا ﴿مِنْ الظَّالِمِينَ﴾ العاصين ٣ -
Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau [sebagai penegas bagi dhamir mustatir agar dapat diathafkan kepadanya kata berikutnya] dan istrimu [yaitu Hawa, dibaca dengan mad, dan Allah telah menciptakannya dari tulang rusuk kiri Adam] di dalam surga, dan makanlah darinya [dengan makanan] yang banyak lagi nikmat [luas, tanpa ada batasan di dalamnya] di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu mendekati pohon ini [dengan memakan buahnya, yaitu pohon gandum, pohon anggur, atau selain keduanya] yang menyebabkan kamu menjadi [maka kamu akan menjadi] orang-orang yang zalim [orang-orang yang bermaksiat]." 3 -