Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَان﴾ إبْلِيس أَذْهَبهُمَا وَفِي قِرَاءَة فَأَزَالهُمَا نَحَّاهُمَا ﴿عَنْهَا﴾ أَيْ الْجَنَّة بِأَنْ قَالَ لَهُمَا هَلْ أَدُلّكُمَا عَلَى شَجَرَة الْخُلْد وَقَاسَمَهُمَا بِاَللَّهِ إنَّهُ لَهُمَا لَمِنْ النَّاصِحِينَ فَأَكَلَا مِنْهَا ﴿فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ﴾ مِنْ النَّعِيم ﴿وَقُلْنَا اهْبِطُوا﴾ إلَى الْأَرْض أَيْ أَنْتُمَا بِمَا اشْتَمَلْتُمَا عَلَيْهِ مِنْ ذُرِّيَّتكُمَا ﴿بَعْضكُمْ﴾ بَعْض الذُّرِّيَّة ﴿لِبَعْضٍ عَدُوّ﴾ مِنْ ظُلْم بَعْضكُمْ بَعْضًا ﴿وَلَكُمْ فِي الْأَرْض مُسْتَقَرّ﴾ مَوْضِع قَرَار ﴿وَمَتَاع﴾ مَا تَتَمَتَّعُونَ بِهِ مِنْ نَبَاتهَا ﴿إلَى حِين﴾ وَقْت انْقِضَاء آجَالكُمْ ٣ -
Lalu setan [Iblis] menggelincirkan keduanya [dalam satu qiraat dibaca 'fa-azaalahumaa' yang bermakna menjauhkan keduanya] dari surga itu [dengan cara dia berkata kepada keduanya, "Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian?", dan dia bersumpah kepada keduanya demi Allah bahwa dia termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepada keduanya, lalu keduanya memakan buah pohon itu], maka ia mengeluarkan keduanya dari keadaan semula [yaitu dari kenikmatan surga]. Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! [ke bumi, yaitu kalian berdua beserta keturunan yang ada pada kalian,] sebagian kamu [sebagian dari keturunan] menjadi musuh bagi sebagian yang lain [disebabkan kedzaliman sebagian kalian terhadap sebagian yang lain], dan bagi kamu ada tempat kediaman [tempat menetap] di bumi dan kesenangan [hal yang kalian nikmati dari tumbuh-tumbuhannya] sampai waktu yang ditentukan [yakni waktu habisnya ajal kalian]." [3]