﴿فَتَلَقَّى آدَم مِنْ رَبّه كَلِمَات﴾ أَلْهَمَهُ إيَّاهَا وَفِي قِرَاءَة بِنَصْبِ آدَم وَرَفْع كَلِمَات أَيْ جَاءَهُ وَهِيَ ﴿رَبّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسنَا﴾ الْآيَة فَدَعَا بِهَا ﴿فَتَابَ عَلَيْهِ﴾ قَبِلَ تَوْبَته ﴿إنَّهُ هُوَ التَّوَّاب﴾ عَلَى عِبَاده ﴿الرَّحِيم﴾ بِهِمْ
٣ -
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya [Dia (Allah) mengilhamkan kalimat-kalimat itu kepadanya. Dan dalam suatu qiraat dibaca dengan menasabkan 'Aadama' dan merafa'kan 'kalimaatun', artinya kalimat-kalimat itu datang kepadanya, yaitu: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri..." hingga akhir ayat, lalu Adam pun berdoa dengannya], maka Allah menerima tobatnya [menerima tobat Adam]. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat [terhadap hamba-hamba-Nya] lagi Maha Penyayang [kepada mereka].