Tafsir Al-Jalalayn
﴿و﴾ اذكر ﴿إذْ اسْتَسْقَى مُوسَى﴾ أَيْ طَلَبَ السُّقْيَا ﴿لِقَوْمِهِ﴾ وَقَدْ عَطِشُوا فِي التِّيه ﴿فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاك الْحَجَر﴾ وَهُوَ الَّذِي فَرَّ بِثَوْبِهِ خَفِيف مُرَبَّع كَرَأْسِ الرَّجُل رُخَام أَوْ كَذَّان فَضَرَبَهُ ﴿فَانْفَجَرَتْ﴾ انْشَقَّتْ وَسَالَتْ ﴿مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَة عَيْنًا﴾ بِعَدَدِ الْأَسْبَاط ﴿قَدْ عَلِمَ كُلّ أُنَاس﴾ سَبْط مِنْهُمْ ﴿مَشْرَبهمْ﴾ مَوْضِع شُرْبهمْ فَلَا يَشْرَكهُمْ فِيهِ غَيْرهمْ وَقُلْنَا لَهُمْ ﴿كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْق اللَّه وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْض مُفْسِدِينَ﴾ حَال مُؤَكِّدَة لِعَامِلِهَا مِنْ عَثِيَ بِكَسْرِ الْمُثَلَّثَة أَفْسَدَ ٦ -
Dan [ingatlah] ketika Musa memohon air [yakni meminta siraman air] untuk kaumnya [ketika mereka kehausan di padang pasir Tiih,] lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" [Batu itu adalah batu yang pernah membawa lari pakaiannya, batu yang ringan, berbentuk persegi seukuran kepala manusia, berupa batu marmer atau batu kapur keras. Lalu Musa memukulnya,] maka memancarlah [yakni terbelah dan mengalirlah] darinya dua belas mata air [sesuai dengan jumlah suku-suku keturunan Yakub.] Sungguh, setiap suku telah mengetahui [yakni setiap kabilah dari mereka] tempat minumnya masing-masing [yaitu tempat minum mereka sehingga tidak ada suku lain yang menyertainya di tempat tersebut. Dan Kami katakan kepada mereka,] "Makan dan minumlah dari rezeki yang diberikan Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di bumi dengan berbuat kerusakan." [Kata "mufsidiin" berkedudukan sebagai hal yang menegaskan kata kerjanya, yang berasal dari kata 'atsiya' dengan kasrah pada huruf tsa yang bermakna berbuat kerusakan].