﴿وَ﴾ اُذْكُرْ ﴿إذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ﴾ وَقَدْ قُتِلَ لَهُمْ قَتِيل لَا يُدْرَى قَاتِله وَسَأَلُوهُ أَنْ يَدْعُو اللَّه أَنْ يُبَيِّنهُ لَهُمْ فَدَعَاهُ ﴿إنَّ اللَّه يَأْمُركُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَة قَالُوا أتتخذنا هزؤا﴾ مَهْزُوءًا ? بِنَا حَيْثُ تُجِيبنَا بِمِثْلِ ذَلِكَ ﴿قَالَ أَعُوذ﴾ أَمْتَنِع ﴿بِاَللَّهِ أَنْ أَكُون مِنْ الْجَاهِلِينَ﴾ المستهزئين فلما
٦ -
Dan [ingatlah] ketika Musa berkata kepada kaumnya [setelah terjadi pembunuhan di antara mereka yang tidak diketahui pembunuhnya, lalu mereka meminta Musa agar berdoa kepada Allah untuk menjelaskannya kepada mereka, maka Musa pun berdoa kepada-Nya], "Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata, "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" [sebagai bahan olok-olokan bagi kami, karena kamu menjawab kami dengan hal yang demikian?] Musa menjawab, "Aku berlindung [aku membentengi diri] kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh." [yaitu orang-orang yang memperolok-olok. Maka ketika] [6 -]