وَنَزَلَ فِي الْمُنَافِقِينَ ﴿وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ﴾ أَيْ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لِأَنَّهُ آخِرُ الْأَيَّامِ ﴿وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ﴾ رُوعِيَ فِيهِ مَعْنَى مَنْ وَفِي ضَمِيرِ يَقُولُ لَفْظُهَا
[Dan turun berkenaan dengan orang-orang munafik:] Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," [maksudnya hari kiamat, karena hari itu adalah hari yang terakhir] padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman [penggunaan kata 'hum' memperhatikan makna kata 'man' (jamak), sedangkan pada kata kerja 'yaqulu' memperhatikan lafalnya (mufrad)].