Tafsir Al-Jalalayn
﴿يُخَادِعُونَ اللَّه وَاَلَّذِينَ آمَنُوا﴾ بِإِظْهَارِ خِلَاف مَا أَبْطَنُوهُ مِنْ الْكُفْر لِيَدْفَعُوا عَنْهُمْ أَحْكَامه الدُّنْيَوِيَّة ﴿وَمَا يَخْدَعُونَ إلَّا أَنَفْسهمْ﴾ لِأَنَّ وَبَال خِدَاعهمْ رَاجِع إلَيْهِمْ فَيُفْتَضَحُونَ فِي الدُّنْيَا بِإِطْلَاعِ اللَّه نَبِيّه عَلَى مَا أَبْطَنُوهُ وَيُعَاقَبُونَ فِي الْآخِرَة ﴿وَمَا يَشْعُرُونَ﴾ يَعْلَمُونَ أَنَّ خِدَاعهمْ لِأَنْفُسِهِمْ وَالْمُخَادَعَة هُنَا مِنْ وَاحِد كَعَاقَبْت اللِّصّ وَذِكْر اللَّه فِيهَا تَحْسِين وَفِي قِرَاءَة وَمَا يَخْدَعُونَ ١ -
"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman" [dengan menampakkan kebalikan dari kekafiran yang mereka sembunyikan di dalam hati agar hukum-hukum duniawi terhindar dari mereka], "padahal mereka tidak menipu melainkan diri mereka sendiri" [karena akibat buruk penipuan mereka kembali kepada diri mereka sendiri; mereka akan terbukti kejahatannya di dunia sebab Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya tentang apa yang mereka sembunyikan, dan mereka akan diazab di akhirat], "sedangkan mereka tidak menyadari" [tidak mengetahui bahwa penipuan mereka itu adalah untuk diri mereka sendiri. Bentuk mukhad'ah di sini berasal dari satu pihak, seperti contoh kata *'aqabtul-lishsha* (aku menghukum pencuri), dan penyebutan Allah di dalamnya bertujuan memperindah gaya bahasa (*tahsin*). Menurut satu qiraat dibaca: *wa ma yakhda'una*].