Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَقَالُوا﴾ لَمَّا وَعَدَهُمْ النَّبِيّ النَّار ﴿لَنْ تَمَسّنَا﴾ تُصِيبنَا ﴿النَّار إلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَة﴾ قَلِيلَة أَرْبَعِينَ يَوْمًا ? مُدَّة عِبَادَة آبَائِهِمْ الْعِجْل ثُمَّ تَزُول ﴿قل﴾ لهم يا محمد ﴿أتخذتم﴾ حذفت منه هَمْزَة الْوَصْل اسْتِغْنَاء بِهَمْزَةِ الِاسْتِفْهَام ﴿عِنْد اللَّه عَهْدًا ?﴾ مِيثَاقًا ? مِنْهُ بِذَلِكَ ﴿فَلَنْ يُخْلِف اللَّه عهده﴾ به أم لَا ﴿أَمْ﴾ بَلْ ﴿تقولون على الله ما لا تعلمون﴾ ٨ -
[Dan mereka berkata,] ketika Nabi mengancam mereka dengan neraka, ["Neraka tidak akan menyentuh kami,] yakni mengenai kami, [kecuali beberapa hari yang terhitung,"] yang sedikit, yaitu selama empat puluh hari, sebatas lamanya nenek moyang mereka menyembah patung anak sapi, kemudian neraka itu akan berhenti menyiksa. [Katakanlah] kepada mereka, wahai Muhammad, ["Apakah kamu telah mengambil] (dalam kata ittakhadztum) hamzah washal dibuang karena cukup digantikan dengan hamzah istifham (kata tanya), [di sisi Allah suatu janji,] yakni ikrar dari-Nya mengenai hal itu, [sehingga Allah tidak akan menyalahi janji-Nya,] mengenai hal tersebut, ataukah tidak? [Ataukah] bahkan [kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"]