﴿بئسما اشتروا﴾ باعوا ﴿به أنفسهم﴾ أي حظها من الثواب وما نكرة بمعنى شيئا تميزا لفاعل بئس والمخصوص بالذم ﴿أَنْ يَكْفُرُوا﴾ أَيْ كُفْرهمْ ﴿بِمَا أَنْزَلَ اللَّه﴾ مِنْ الْقُرْآن ﴿بَغْيًا﴾ مَفْعُول لَهُ لِيَكْفُرُوا أَيْ حَسَدًا عَلَى ﴿أَنْ يُنَزِّل اللَّه﴾ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد ﴿مِنْ فَضْله﴾ الْوَحْي ﴿عَلَى مَنْ يُشَاء﴾ لِلرِّسَالَةِ ﴿من عباده فبآؤا﴾ رَجَعُوا ﴿بِغَضَبٍ﴾ مِنْ اللَّه بِكُفْرِهِمْ بِمَا أَنْزَلَ الله وَالتَّنْكِير لِلتَّعْظِيمِ ﴿عَلَى غَضَب﴾ اسْتَحَقُّوهُ مِنْ قَبْل بِتَضْيِيعِ التَّوْرَاة وَالْكُفْر بِعِيسَى ﴿وَلِلْكَافِرِينَ عَذَاب مُهِين﴾ ذو إهانة
٩ -
Sangat buruklah perbuatan mereka yang menjual [menjual] dirinya sendiri [maksudnya bagian dirinya dari pahala, dan kata *ma* adalah *nakirah* yang bermakna 'sesuatu' sebagai *tamyiz* bagi pelaku *bi'sa*, dan hal yang dikhususkan dengan celaan adalah] dengan mengingkari [maksudnya keingkaran mereka terhadap] apa yang diturunkan Allah [berupa Al-Qur'an] karena dengki [menjadi *maf'ul lahu* dari kekafiran mereka, yakni karena iri hati] bahwa Allah menurunkan [*yunazzila*, dibaca dengan *takhfif* (yunazila) atau *tasydid* (yunazzila)] sebagian dari karunia-Nya [yaitu wahyu] kepada siapa yang Dia kehendaki [untuk menjadi rasul] di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat [kembali membawa] kemurkaan [dari Allah disebabkan kekafiran mereka terhadap apa yang diturunkan Allah, dan bentuk *nakirah* pada kata ini untuk menunjukkan besarnya dosa] di atas kemurkaan [yang telah berhak mereka terima sebelumnya disebabkan menyia-nyiakan Taurat dan mengingkari Isa]. Dan bagi orang-orang kafir ada azab yang menghinakan [yang mengandung kehinaan].