Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا﴾ فَصْلًا بَيْن الْخُصُوم ﴿وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنْ الْقَرْيَة الَّتِي كَانَتْ تَعْمَل﴾ أَيْ أَهْلهَا الْأَعْمَال ﴿الْخَبَائِث﴾ مِنْ اللِّوَاط وَالرَّمْي بِالْبُنْدُقِ وَاللَّعِب بِالطُّيُورِ وَغَيْر ذَلِكَ ﴿إنَّهُمْ كَانُوا قَوْم سوء﴾ مصدر ساءه نقيض سره ﴿فاسقين﴾ ٧ -
Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah [yakni kemampuan memutuskan perkara di antara orang-orang yang berselisih] dan ilmu, dan Kami selamatkan dia dari kota yang penduduknya melakukan [yakni penduduknya melakukan perbuatan-perbuatan] keji [seperti homoseksual, melempar dengan ketapel, bermain dengan burung, dan lain sebagainya]. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat [kata 'suu'' merupakan masdar dari 'saa-ahu' yang merupakan lawan kata dari 'sarrahu' (menyenangkan)] lagi fasik.